RANTAU,- Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Kesehatan melaksanakan penyuluhan kesehatan kelas ibu hamil dalam rangka penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi yang diikuti kelas ibu hamil se-Kecamatan Lokpaikat, bertempat di aula Kec.Lokpaikat rabu (3/5/17) kemaren pagi.
Masih dalam rangka peringatan hari kartini tahun 2017 penyuluhan mengambil tema "Mari Kita Tingkatkan Dan Budayakan Kelas Ibu Hamil (KIH) untuk Mewujudkan Akselerasi Penurunan Kematian Ibu Hamil (KIH) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Tapin".
Hj Tis'ach noor Kepala Puskesmas Lokpaikat dalam laporannya mengatakan kegiatan penyuluhan kesehatan kelas ibu hamil dilaksanakan masih dalam rangka peringatan hari kartini dengan mengundang 9 (sembilan) kelompok kelas ibu hamil desa se-Kecamatan Lokpaikat.
"Hal ini dalam rangka penurunan angka angka kematian ibu dan bayi di Wilayah Kec.Lokpaikat, diman tujuan utama dari kegiatan ialah agar usia harapan hidup ibu dan bayi semakin meningkat".
Sementara itu Fiqri Irmawan SSos Camat Lokpaikat mengatakan sangat menyambut baik kegiatan penyuluhan kelas ibu hamil di Kecamatan Lokpaikat, bagaimanapun dalam menjaga kondisi ibu hamil jangan bergantung pada ibu hamil saja tetapi kerelibatan suami siaga juga sangat diperlukan untuk aktif memeriksakan kondisi kehamilan istrinya", kata Fikri menambahkan
"Mari kita tingkatkan dan budayakan kelas ibu hamil (KIH) untuk mewujudkan akselerasi penurunan kematian ibu hamil (AKI) dan Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Tapin".
Ketua TP PKK Hj Ratna Ellayani SIP dalam sambutannya mengatakan dengan semangat kartini dalam memajukan perempuan peribumi, kegiatan kelas ibu hamil merupakan solusi yang tepat dalam meningkatkan kualitas ibu hamil serta dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tapin.
Dikatakan Hj Ratna Ellyani, Penyebab kematian ibu dan bayi terbanyak terjadi saat kehamilan, persalinan, paska persalinan, pendarahan, kejang dan infeksi dan penyebabnya kebanyakan karena terlambat mengambil keputusan untuk dirujuk dan terlambat mengenali tanda bahaya kehamilan.
"Terlambat kefasilitas kesehatan serta terlambat memperoleh pelayanan yang memadai oleh tenaga kesehatan".
Dan untuk menurunkan AKI dan AKB diperlukan upaya dan inovasi yaitu dengan memberikan dan mendekatkan pelayanan kebidanan kepada setiap ibu yang membutuhkan salah satunya dengan pelaksanaan kelas ibu hamil dan kelas ibu balita di setiap desa", lanjut Hj Ratna.
Seperti yang diutarakan Hj Ratna Ellyani SIP, dikabupaten tapin sekarang sudah melaksanakan kemitraan bidan desa dengan bidan kampung dimana Pemda juga sudah memberikan insentif kemitraan kepada bidan kampung, sehingga diharapkan tidak adalagi kelahiran yang dilakukan dirumah tanpa pendamping tenaga kesehatan terlati".
Namun upaya yang lebih utama dalam penurunan AKI dan AKB yaitu dengan pemberdayaan masyarakat dengan kemitraan berbagai pihak, membekali pengetahuan dan keterampilan bagi ibu-ibu, keluarga, orang tua maupun masyarakat dalam bersama-sama membantu menurunkan AKI dan AKB.
Berhadir dalam acara Ketua TP PKK Hj Ratna Ellyani beserta jajaran, unsur Muspika, pengurus cabang IBI Kab Tapin, Kepala UPT Kepala Puskesmas beserta jajaran berhadir pula ibu dokter Puskesmas, para bidan desa, serta para suami siaga se-Kecamatan Lokpaikat.
Terimakasih Anda telah membaca tulisan / artikel di atas tentang :
Judul: Kelas Ibu Hamil Lokpaikat Disuluh Kesehatan Ibu dan Bayi.
Ditulis Oleh Rahma Tillah
Semoga informasi mengenai Kelas Ibu Hamil Lokpaikat Disuluh Kesehatan Ibu dan Bayi. bisa memberikan manfaat bagi Anda. Jangan lupa Klik Like Untuk Share Berita Ini Klik Icon di bawah ini.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.