Tausiyah Bulanan Bersama Guru HM Riduan.

Tausiyah Bulanan Bersama Guru HM Riduan.
RANTAU,- Pemerintah Kabupaten Tapin kembali menggelar pembinaan kerukunan kehidupan beragama bersama ulama dan umara dengan menggelar tausiah bulanan menyambut bulan rajab, yang dilaksanakan pada, Rabu (21/3/2018 ) kemaren malam bertempat Kediaman Dinas Penjabat Bupati Tapin.
Pembinaan kehidupan beragama diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh KH M Riduan atau Guru Kapuh biasa masyarakay Tapin menyebutnya.
Berhadir Penjabat Bupati Tapin H Gusti Syahyar, Sekda Tapin Dr H Rahmadi, Ketua MUI Tapin H Hamdani dan Kepala SOPD, Camat Lingkungan Pemkab Tapin serta para alim ulama dan tokoh masyarakat Tapin.
"Atas nama tuan rumah saya H Gusti Syahyar Penjabat Bupati Tapin mengucapkan terima kasih kepada para alim ulama dan SKPD telah datang memenuhi undangan kami dalam kegiatan tausiah bulanan yang diselenggarakan Pemerintah Kab Tapin, " ucapnya.
Berharap dalam pertemuan ini para alim ulama selalu menyertai dan mendukung kegiatan yang telah dilakukan pemerintah Kab Tapin baik dalam masukan dan sarannya dalam pembangunan Tapin.
"Dengan kehadirian para alim ulama tokoh masyarakat tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja, bekerja bekerja menjadikan Kab tapin kedepan lebih maju, aman dan kodusif."kata Syahyar dalam sambutannya.
"Mudah-mudahan selama menjabat semua program pembangunan dapat berjalan lancar dan warga masyarakatmerasakan hasil pembangunan yang telah dijalankan," tandas Syahyar.
Sementara penceramah KH Muhammad Riduan dalam tausiahnya juga menyampaikan kebaikan beripadah pada bulan rajab, "sekarang ini sudah memasuki bulan Rajab. Hal ini tentunya mengingat kembali peristiwa besar yaitu Isra Miraj yang dialami Nabi Besar Muhammad SAW.
"Diceritakan Guru Kapuh, Bulan Rajab ini sangat baik sekali, tentunya kita sebagai umat Islam di perintahkan untuk lebih banyak bertasbih kepada Allah SWT." Ucap KH Muhammad Riduan yang juga pengasuh Majelis Ta'lim Darul Mahabbah Kel Bitahan.
Banyak pelajaran dan hikmah yang diambil pada bulan rajab, karena sebelum menjalani perjalanan Isra Mi'raj, Nabi kita dibelah dadanya dalam keadaan sadar kemudian semua isi dikeluarkan kemudian di isi kembali dengan iman Islam sehingga kembali dengan keadaan suci.
"Tentunya secara akal sehat kita tidak mampu, namun dari peristiwa tersebut dapat diambil hikmah dan pelajaran berharga bagi kita sebagai umat Islam, "katanya.
Peristiwa ini menjelaskan bahwa dalam tubuh manusia ada kebutuhan jasmani dan rohani, untuk itulah kebutuhan jasmani di isi dengan makanan yang seimbang tidak berlebihan dan roh disi dengan makanan ibadah seperti bertasbih, shalat dan membaca alquran.
Kebutuhan jasmani tidak berlebihan sehingga rohani seimbang agar benar-benar dapat menjalankan ibadah dengan kuat terlebih lagi dilakukan dalam bulan Rajab ini
"Sekali lagi mari dibulan rajab kita banyak-banyak mengisi amal ibadah dengan bertasbih kepada Allah SWT," kata Guru Kapuh dalam pesan tausiahnya.
Previous
Next Post »

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya Penjabat Bupati Tapin

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya Penjabat Bupati Tapin